It's been a year ago when I and my friends who were Astronomy study club member join Kalimantan Physic Competition 2013 (KALPHYCO 2013) in Lambung Mangkurat University. We prepared all equipment to make the rockets and we did many times experiment to test perform of rocket. Actually, i was in unhealth condition but i was really excited to join the competition.
On the day, we went to the opening event. Then we when to the competition area, soccer field of UNLAM. Until that day i still on unhealth condition but my spirit to participate was bigger. We saw other participant who bring many amazing equipment there. It was make us unconfident.
When our turn, we walk to the area. We walk in front of other participant. Suddenly, i felt impact on my head. I fell out to the grass. I cried louder because i couldnt hold the pain anymore. The comittee event carried me out to the health tent. I couldnt open my left eyes because the water rocket hit my left temple. I worried if my left eye got wound. Ugh! No longer my teacher brought me to the hospital. In the hospital emergency unit staff clean my injury. My teammate called my parents. A moment later my parents picked me up to the home.
It was the worst experience i have ever had. It was left traumatized for myself. I had learned from the incident that healthy is one of important thing for our concentration of something we did.
Rabu, 12 Maret 2014
Minggu, 02 Maret 2014
Harus Mengerti
Semua terasa salah
Semua terasa hina
Ketika rasa itu tak bisa lepas
Dari diri yang telah terhempas
Cinta jadi suatu yang jauh dari artinya
Memberi walaupun tak diiberi
Menerima meski tak diterima
Lihatlah aku disini
Haruskah ini terjadi
Lakukanlah sampai engkau puas
Cari saja apa yang hatimu mau
Sampai kapanpun aku
Mencoba tetap mengerti
Teruskanlah sampai engkau jera
Dustai dan khianati lukai hatiku
Meski lautan air mataku mengering
Ku coba tetap mengerti
Saya nonton re-run Indonesian
Idol 2014 2 minggu yang lalu saat Ryan D’Angga
finalis favorit saya membawakan lagu Tetap Mengerti nya Kerispatih. Dengan
sendunya saya kembali terkapar ke masa lalu. Jahat kau kak Ryan! /?
Saya pernah mengalami hal yang
sama oleh tokoh di lagu ini. Rasanya abstrak. Pedih. Saya bukan lagi orang yang
munafik untuk bilang bahwa saya baik-baik saja padahal tidak demikian.
Untungnya karena hal itu sampai
saat ini saya tetap mengerti. Memberi pengertian pada diri sendiri bahwa jika
suatu hari saya bertemu dengan orang-orang yang demikian saya harus benar-benar berani melepaskan.
Untuk yang mempunyai sejuta sabar dan pengertian diluar sana, berbahagia lah kalian ^^
Minggu, 16 Februari 2014
Ketika Hidup Tak Lagi Nyaman
“Don't worry, even if you fall over! It's all right. You can just pick yourself up again! When you fall over, make the most of the chance to look up and see the sky.You will see the blue sky spreading endlessly above you and smiling down. Aya, you are alive!” - Aya Kito
“Kito Aya lahir di Toyoshashi pada Juli 1962. Pada umur 15 tahun ia
menderita penyakit bernama Spinocerebellar Ataxia yang menyerang bagian otak
kecil. Penyakit ini mengganggu keseimbangan tubuh dan secara perlahan membuat penderitanya
lumpuh, kesulitan berbicara, serta kesulitan menelan makanan. Meskipun Aya
mengetahui penyakit apa yang ia derita dan kemana takdir akan membawanya, ia
tetap melalui hari-harinya dengan penuh semangat layaknya orang normal. Semasa
hidupnya ia menulis berpuluh-puluh buku harian mengenai peristiwa-peristiwa
yang ia alami sampai ia menemui ajal pada umur 25 tahun.Kemudian goresan tangan
Aya tersebut diangkat menjadi sebuah film berjudul 1 Litre of Tears yang
menginspirasi semua orang. Bahkan sampai detik ini, kisah tersebut masih menggemuruh
di hati saya.”
“Hidup
itu berjuang”, demikian yang Ayah saya katakan. Pada dasarnya perjuangan hidup tidak luput
dari senang dan susah yang datang secara bergantian. Semakin ke depan, semakin
banyak juga cobaan yang datang pada kita. Seperti kisah dari negeri matahari
terbit (julukan untuk Jepang) di atas, mungkin kita tidak menyangka bahwa ada
kehidupan berat semacam itu di luar sana. Karena setiap orang diberi cobaan
hidup dengan tingkat kesulitan masing-masing. Entah itu masalah yang berkaitan
dengan keluarga, teman, sekolah, maupun dengan diri sendiri. Mungkin di luar
sana ada seorang ibu yang sakit hati dengan tabiat anaknya, penderita kanker
yang berada dalam stadium empat, pengusaha
yang bankrut, seorang guru yang kehabisan cara untuk menghadapi muridnya yang
malas belajar, perantau yang tidak memiliki pekerjaan tetap, atau mahasiswa akhir semester dengan skripsi yang
belum diterima.
Cobaan dalam hidup seringkali melunturkan
semangat kita. Apalagi cobaan yang berat dan tidak ada henti-hentinya,
kebanyakan membuat kita merasa bahwa dunia kita sudah menjadi reruntuhan. Putus
asa lalu tidak mau berjuang lagi. Terlebih yang membuat sakit hati bagi mereka
yang telah berusaha secara maksimal untuk kedua kali serta berdoa lalu tetap belum
mendapatkan hasil yang ia inginkan. Namun, salah bagi mereka jika menganggap
sesuatu yang gagal merupakan awal bagi kehancuran hidup. Kita tidak perlu
berlarut-larut meratapi hidup jika tidak berjalan dengan semestinya.
Sebenarnya jika kita menelaah dengan seksama ada
dua garis besar alasan mengapa hidup yang kita harapkan belum terwujud. Pertama
Tuhan ingin menguji kesabaran, tekad, ikhtiar,
dan mengetahui siapa yang benar-benar beriman kepada-Nya setelah mendapat
cobaan hidup. Kedua Tuhan tidak menginginkan ‘hidup yang demikian’ menjadi
milik kita dengan maksud tertentu. Misalnya Tuhan tidak pernah membuat Karin
mendapatkan juara di kelas meskipun ia mengalami jatuh bangun dalam belajar
serta mengejar nilai karena Tuhan tahu Karin memiliki tabiat yang mudah lupa
daratan jika memiliki hidup ‘di atas’.
Terlepas dari dua hal di atas, cobaan hidup merupakan proses untuk
menguatkan diri dan menjadikan kita manusia yang lebih tangguh asalkan
menjalaninya dengan sungguh-sungguh.
Terkadang saat berada dalam zona tidak nyaman
dalam hidup, kita berpikir bahwa Tuhan tidak adil pada kita. Cara sederhana
untuk menghindari pola pikir tersebut dan ‘membesarkan hati’ kita adalah mengilas
balik anugerah apa yang telah kita dapatkan dalam hidup. Sayangnya, terkadang hal kecil seperti
leluasanya kita bernapas, bangun tidur dengan keadaan sehat, atau berjalan
dengan normal menjadi sesuatu yang terlupakan untuk kita syukuri. Bukankah Tuhan
Yang Maha Esa sudah memberikan anugerah yang luar biasa untuk kita? Selain itu,
kita juga harus benar-benar menanamkan dalam diri kita bahwa Yang Maha Kuasa
tidak akan memberikan cobaan di luar batas daya upaya umat-Nya dan menyadari
bahwa Tuhan lebih tahu mana yang terbaik untuk kita, maka kita lebih bisa
menghadapi segala rintangan hidup dengan lapang dada.
Segala sesuatu yang terjadi dalam hidup adalah
misteri yang tidak akan tercapai oleh nalar manusia karena Tuhan memiliki
maksud tersendiri untuk diri kita. Sebagai manusia kita hanya diperintahkan
untuk berusaha, berdoa, dan bertawakal. Toh
jika kita tetap merasa hidup tak lagi nyaman, ada sesuatu yang patut kita
syukuri. Sesuatu yang membuat kita masih bisa mengumpulkan kebaikan. Sesuatu
itu adalah hidup.
P.S : Saya juga pernah hidup dalam tekanan dan tuntutan. Harus ini harus itu. Coba dan gagal lagi. Tapi saya bisa melewatinya bahkan hingga detik dimana saya bisa menulis semua ini (kombinasi antara kegalauan pribadi juga tugas esai :P ) . Hidup ini indah loh, nikmati prosesnya. Cheers! :)
Selasa, 17 Desember 2013
Being taken is...
Melihat tweet dari teman yang lewat ditimeline tiba-tiba saya tergelitik
being taken is happier than single?
Lalu saya membalasnya dengan "tidak juga". Yup, saya pikir menjadi seorang taken tidak selalu bahagia karena bahagia atau tidak bergantung pada penanggungnya. Membawa perasaan sendiri aja kadang susah, gimana mau membawa perasaan yang menyangkut dua orang sekaligus? Tanggung jawab gimana anak orang lho! Lebih baik single daripada taken ancur-ancuran.
yah intinya,
Being taken is happier than single if you through it well.
Setuju?
being taken is happier than single?
Lalu saya membalasnya dengan "tidak juga". Yup, saya pikir menjadi seorang taken tidak selalu bahagia karena bahagia atau tidak bergantung pada penanggungnya. Membawa perasaan sendiri aja kadang susah, gimana mau membawa perasaan yang menyangkut dua orang sekaligus? Tanggung jawab gimana anak orang lho! Lebih baik single daripada taken ancur-ancuran.
yah intinya,
Being taken is happier than single if you through it well.
Setuju?
Minggu, 08 Desember 2013
Seijuro-kun menyebalkan
Fanfic gaje pertama, sedikit nyeleneh, OOC,typo bertebaran, warning sho-ai
ringan hahaha
Disclaimer : Kuroko No Basuke milik Fujimaki sensei
Kuroko Tetsuya dan cerita ini milik saya hahaha :3
Pairing :
Akashi x Kuroko x GoM
Rate : T
Genre : Friendship , Romance
Happy Reading Minna~
Bel istirahat berbunyi, siswa SMP
Teiko berhamburan kelar kelas. Ada yang menuju kafetaria, ada yang sekedar
berbincang-bincang dikoridor,ada yang sibuk dengan buku bacaannya.
To : akashi-kun
Akashi-kun, kau dimana?
Send….
Setelah menunggu beberapa saat
tidak ada balasan dari orang yang ia tuju. Lelaki bersurai biru muda itu pun bergegas mencari si pemilik mata
heterokrom.Ia melihat orang yang ia cari sedang duduk dibawah pohon.
“Akashi-kun..”
Akashi yang sedang
melamun,terkejut saat seseorang muncul begitu saja disampingnya. Invisible Boy
“Ya, ada apa Tetsuya?”, Tanya
lelaki itu
“Sumimasen, aku ingin meminta
tanda tanganmu untuk keperluan lomba grup 2”, jelas lelaki yang dipanggil
Tetsuya itu seraya menyerahkan lembaran kertas.
“……..”,Akashi bergeming. Ia
mengambil pulpen disakunya dan mulai menandatangani proposal itu.
“Kenapa kau yang mengurusnya?”,
Tanya Akashi menyerahkan lembaran itu.
“ Momoi-san sedang sakit, jadi ia
memintaku untuk mengurus ini”,jawab Kuroko. Kuroko Tetsuya.
“Sou ka”, jawab Akashi
“Arigatou gozaimashita”, Kuroko
menunduk berterimakasih dan berbalik pergi. Akashi menatap punggung Kuroko yang
mulai menjauh. Akashi beranjak dari tempat duduknya dan menyusul Kuroko.
“Tetsuya”,seru Akashi
“Nani Akashi-kun?”, Kuroko
menoleh pada Akashi
“Arigatou”,ucap Akashi
“Hai,douitasimashite”, Kuroko
mengacungkan jempolnya (?) sambil berlari kecil menuju kelasnya.
Akashi berbelok ke kanan menuju
kelasnya. Dua langkah kemudian…
“BRUKK!!”, terdengang bunyi
berdebum
Akashi menoleh. Tepat
dibelakangnya lelaki bersurai hijau sedang bersweatdrop ria memandangi lelaki
cebol (?) yang jatuh anggun dengan gaya split di lantai koridor. Lelaki itu
menggembungkan pipinya menahan tawa.
“ittai..” desis Kuroko dengan wajah
meringis.
Teman-teman Kuroko yang mendengar
bunyi berdebum didepan kelas mereka langsung bertempelan (?) dijendela untuk
melihat apa yang terjadi. Ada yang terbahak-bahak,ada yang sekedar tertawa, ada
yang sweatdrop melihat Kuroko terpleset seperti itu. Kise pun tidak mau kalah,
ia ikut-ikutan nemplok dijendela. Betapa terkejutnya ia saat mengetahui Kuroko
gebetannya terjatuh dan tak bisa bangkit lagi (?)
“Kurokocchi !!”, Kise menghambur
keluar kelas dengan tampang dere-dere nya dan langsung memeluk Kurokonya (?)
Akashi yang melihat kejadiann itu
langsung berlari ke TKP (?)
“Tetsuya kau baik-baik saja?”,
Tanya Akashi khawatir walaupun ekspresinya datar.
“Kurokocchi~ kau tidak apa-apa??
Mana yang sakit?”, Tanya Kise merengek dan masih memeluk (me: yang jatoh
siapa,yang ngerengek siapa-___-)
“…..”,
Kuroko menunduk
“Kurokocchi
aku mengkhawatirkanmu-ssu~”, Kise masih merengek dan memeluk kuroko dengan
erat.
“Uhuk..uhuk..
Kk..kise-kk..kun ll..llepasskan aku”,aura gelap mengelilingi wajah Kuroko.
“hidoii”,sungut
Kise melepaskan dekapannya. (backsound penonton: Oh nooo~)
“Aku
baik-baik saja Kise-kun. Akashi-kun”,ringis Kuroko.
Midorima
masih mematung dan menyembunyikan wajahnya yang masih menahan tawa. Akashi yang
melihat kelakuan si maniak zodiac itu langsung memasang deathglare mautnya.
Ckriss~
Gunting merah dengan anggun melewati telinga Midorima.
Midorima pun terkesiap.
“Shintarou,
berhentilah menertwakan Tetsuya atau ku botaki (?) kepalamu”, gertak Akashi
datar.
“…………..”,
Midorima menelan ludahnya sendiri membayangkan bagaimana seorang Midorima
Shintaoru shooter number 1 di Teiko
gebetan Takao , botak ! Ia bergidik ngeri.
Kuroko
pun berdiri dengan susah payah, dibantu Kise dan Akashi. Sepertinya kaki kuroko
keseleo.
“Kurokocchi,
ayo ke ruang kesehatan. Kakimu harus dibalut”, Kse menyarankan.
“Tidak
usah. Daijobou Kis…”,
“Tetsuya
kau harus ke ruang kesehatan. Atau kau tidak bisa ikut pertandingan minggu
depan”, kata Akashi lembut
“Aku
baik-baik saja Aka..”
“Tidak
Tetsuya! Ini perintah. Kau tau perintah ku mutlak dan aku selalu benar.”,seru
Akashi. Matanya mengancam.
“Atau
kau mau Ckriss~” Akashi menyeringai memainkan guntingnya (me:entah berapa
gunting yang Akashi bawa,ckck-__- Akashi : ami-chan,lihat! *sambil menunjukan
apa yang ada dibalik jaketnya* me: *ngitung.. gunting kuku,gunting
rambut,gunting jahit,gunting taman* Kyaaaa~ *kabur* Akashi : -_-“)
“Hh..”,Kuroko
menghela nafas. Kaptennya ini memang absolute. Tak terbantahkan. Menentang
gunting melayang.
“Baiklah”,
kata Kuroko
“Ano…Midorima-kun,
tolong berikan ini pada Aomine-kun”,Kuroko menyerahkan proposal itu pada
Midorima. Midorima menyambutnya.
“Menuru
Oha-Asa, keberuntungan Aquarius berada di tingkat paling bawah. Iniku berikan
kupon Vannila Milkshake Deluxe Maji sebagai lucky itemmu hari ini”, Midorima
memberikan 2 kupon itu.
“Ah..
Arigatou Midorima-kun”, Kuroko memandangi benda ditangannya dengan mata yang
sparkling dan background bunga-bunga dibelakangnya.
“Bbb..baka
kau jangan salah sangka dulu . Aku tidak bermaksud membelikanmu aku hanya mendapat
kupon berlebih saat aku ke Maji bersama Takao nanodayo.”, Kata Midorma salah
tingkah sambil membetulkan letak kacamatanya.
- Takao translate: Aku menukarkan
struk pembelianku dengan kupon vanilla milkshake special ini, kupikir kau akan senang sekali
menerimanya XD -
Kuroko,Kise, dan Akashi
bersweatdrop ria mendengar penjelasan si Tsundere Midorima.
“unn…”, kuroko mengusap pahanya
sendiri yang sakit. Ia beringsut menuju ruang kesehatan dibantu Kise dan
diikuti Akashi dibelakangnya.
Tiba-tiba Akashi menggendongnya
ala bridal style XD
“begini lebih cepat sampai
tetsuya”,kata Akashi
“Tt..tetapi Akashi-kun .. aku
bisa jalan sendiri.”,sanggah Kuroko. Ia terkejut dan merasa risih dengan
perlakuan Akashi.
“iie”, tegas Akashi
“Akashicchi~ aku juga mau
menggendong Kurokocchi”,rengek kise
“urussaina kise-kun”, kata Kuroko kesal masih dengan
ekspresinya yang datar.
Midorima memandangi kelakuan
teman-temannya yang sangat protektif kepada invisible boy itu. Diam-diam ia
tersenyum
“Hhh.. Yandere no baka”,desis
Midorima memandang kearah lelaki bersurai merah itu. Ia berbalik menuju kelas
dan membuka pintunya.
SLEP! , sebuah benda melesat
cepat. Apalagi kalau bukan gunting keramat milik lelaki bersurai merah si
psikopat. Midorima hanya meneguk ludah melihat gunting itu menancap dipintu
kelas dan nyaris melukai tangannya yang lentik itu (?)
Akashi memang tak terduga
***************
“Sudah beres kurokocchi~”,seru
Kise riang setelah membalut kaki Kuroko
“Arigatou”,ucap Kuroko sambil
meregangkan kakinya.
“Ne, Ryota. Kita tinggalkan
Tetsuya biar dia beristirahat.”, kata Akashi
“tapi aku ma…”,Kise menyanggah
namun ia mengurungkan kalimatnya saat Akashi menyipitkan mata. Menusuk.
“hh.. jaa~ kurokocchi. Cepat
sembuh-ssu!”, seru Kise mengacak-acak surai biru itu. Kise meninggalkan ruang
kesehatan. Yang di acak-acak (?) hanya diam memberengut.
Akashi mendekati Kuroko dan
berbisik ditelinganya.
“Jangan berbuat konyol lagi ,
tetsuya”, bisik Akashi sambil mempukpuk (?) kepala Kuroko. Muncul perempatan
dikepala Kuroko. Ia tidak suka rambut ataupun kepalanya disentuh.
“Akashi-kun menyebalkan”, Kuroko
blak-blakan.
Akashi memasukkan kedua tangannya
ke saku dan beranjak pergi. Ia
menundukkan kepalanya dan melirik kearah Kuroko. Berhenti. Tersenyum. Lalu
menghilang dibalik pintu. Kuroko sempat melihatnya, Akashi tersenyum? Tiba-tiba
Kuroko deg-degan.
Kuroko
kemudian merebahkan diri dan menatap langit-langit ruangan. Ia mengambil ponsel
miliknya.
To : Akashi-kun; Kise-kun; Midorima-kun
Subject : Jangan
Jangan bercerita kepada
Aomine-kun, Murasakibara-kun, atapun Momoi-san kalau aku terjatuh. Itu
memalukan!
Send…
Kuroko meletakkan ponselnya
disamping bantal. Kemudian memejamkan mata nya. Hanya hembusan nafas Kuroko
yang terdengar di ruangan ini.
“Drrtt…”, tak lama kemudian ada e-mail masuk. Kuroko menyipitkan
matanya untuk membaca email tersebut.
From : Midori-kun
Re-subject: Jangan
Re-subject: Jangan
Kau pikir itu hal penting? Tidak
akan. Baka!
Kuroko sweat drop
From : Kise-kun
Re-subject: Jangan
Re-subject: Jangan
Yosh, wakarimashita <3
Kuroko mengerjap-kerjapkan
matanya
From : Akashi-kun
Iie. Tidak akan. Aku ingin menjadi orang pertama yang tau sekalipun satu-satunya
tentangmu. hei Tetsuya kau manis juga saat terpleset seperti itu. Mau
ku gendong lagi?
Kuroko terdiam
membaca email terakhir di ponselnya. Ia pun menutup ponsel menaruhnya dibawah
bantal dan berbalik menghadap dinding. Menutup matanya. Hanya hembusan nafas
Kuroko yang terdengar di ruangan ini. Tunggu, debar jantungnya juga terdengar.
Semburat merah tipis tersemat dipipinya yang pucat.
“Seijuro-kun menyebalkan”,bisik Kuroko pada dinding didepannya.
Kamis, 05 Desember 2013
My Virtual Boy
Oke, lagi-lagi saya jatuh hati pada sesosok kawaii boy -setelah shota kazehaya chara dari Kimi Ni Todoke-- yang dunianya entah dimana </3. Tetsuya Kuroko. Laki-laki dengan mata aquamarine dan rambut sebiru langit yang cebol (?).
Lost
PROLOG
Sampai saat ini aku tidak tau
mengapa ia jauh. Tanpa alasan.Tegur sapa enggan. Hanya disana. Kita saling mengetahui bahwa kita sedang tidak baik-baik saja. Tapi dengan
begitu mudahnya kita saling mengindahkan.
Jumat itu adalah tepukan terakhir
saat aku terisak. Senin itu mungkin hari terakhir,saat aku bisa berbagi tawa
dengannya. Malam itu adalah malam terakhir berbagi kisah dengannya
dan ia menyambutnya dengan rasa lega karena aku telah…..
Ia sosok tulus dibalik sikapnya yang dingin. Ia
diam-diam memperhatikanku. Aku bisa menilainya. Bukan karena ia menaruh hati padaku. Tulus. Semuanya
semata karena kami adalah teman.
“Kak…”
“Hmm?”,kau menoleh padaku.
Aku terbangun.Mimpi ini
menggangguku.
Kau tau? perihku merindukanmu.
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)
.jpg)