Selasa, 25 Juni 2013

Jeritan Lilin Kecil

Aku lilin kecil, 
memaksa diri tuk menyala, 
ditengah2 cahaya .. 

Aku lilin kecil, 
terpencil, 
terbakar tiada guna.. 

Aku habis ! 
Penuh peluh .. 
Aku luka ! 
Rapuh melepuh.. 

Aku lilin kecil
menunggu angin 
Tuk lenyapkan aku.. 

-banjarbaru 24 Nov 12-

lilin+kecil.jpg (320×214)

Puisi lama, sayang ga di pos-_-

Senin, 17 Juni 2013

Gerah !

Saya sungguh bukan malaikat,saya juga bisa meradang! Saya tidak sebaik seperti persepsi anda terhadap saya. Apa karna saya selalu menanggapi anda dengan senyuman-anggukan-atau gelengan tidak apa-apa pertanda saya baik-baik saja lalu dengan seenak jidat anda berperilaku dan berkata-kata tanpa acuhkan perasaan saya?
Saya tidak berniat menyombongkan diri karena banyak teman saya yang menilai diri saya seperti itu, tapi apa karna saya terlalu sering berbaik hati? "Ah gak apa, kan dia baik" Anda fikir itu elegan ? Mengorbankan perasaan orang lain demi ego pribadi bukanlah hal yang sopan menurut saya. Ya! Saya memang terlampau perfeksionis dalam interaksi sesama bahkan memperlakukan orang lain yang sudah sepatutnya saya perlakukan dengan baik!
Setelah dipikir-pikir sepertinya memang resiko tinggi untuk orang yang terlalu perasa seperti saya. Siap mati karna sakit hati. Hahahaha mati. Hahahaha hati. Sepertinya saya mulai tertarik untuk mematikan hati terhadap orang-orang seperti anda. Saya bukan malaikat bung, bukan!
Sungguh fatal jika anda membuat hati saya tercacati. Karena saya tidak akan kembali..

Rabu, 12 Juni 2013

Jangan terlalu mencintaiku


Jangan terlalu mencintaiku..
Karna aku bisa mematahkanmu..
Patah karna orang yg kau cintai.
Pedih bukan?

Aku mohon jangan terlalu mencintaiku
Karna jika aku tak sempurna
Semakin dalam kau kan terluka
Semakin pula luka itu menganga


Cintailah Dia bersangatan, sayang.
Dia takkan mematahkanmu
Dia akan kuatkan bahumu
Genggam kata-kataku


Aku mohon cintai Dia , kembalilah
Dia kan memberi segalanya
Bahkan diluar semua upaya
Semakin kau mencinta,semakin nyata janji-Nya


Percayalah sayangku..
kau akan tau..
Cinta-Nya sempurnakan kau dan aku


-Coming soon-

Selasa, 04 Juni 2013

Lagu dan keikhlasan ku



Pergilah kasih kejarlah keinginanmu..
Selagi masih ada waktu..
Pergilah kasih jangan hiraukan diriku..
Aku rela berpisah demi untuk dirimu
Semoga tercapai segala keinginanmu...

Siang hari, pulang sekolah. Penat. Itu yang aku rasakan setelah 3 jam berkutat dengan soal ujian akhir semester. Melepas jenuh, sayup-sayup aku memutar musik dan tengkurap di kasur. Lagu ini... Memaksaku untuk mengingat kembali percakapan kita malam itu. Beberapa pekan yang lalu. Seperti biasa kita selalu bercakap-cakap via sms hingga bulan sudah tinggi bahkan tertidur dibalik mendung.

Malam itu...
Seingatku,aku yang membuka topik pertama. Biasalah, anak bangku kelas 2 SMA. Masa-masa labil menentukan jenjang pendidikan selanjutnya.Yah, tentang kuliah pada intinya.
Aku bercerita bahwa aku akan mengambil perguruan tinggi di kota ini saja,karna sudah habis upaya  membujuk bapak agar mengizinkanku kuliah diluar pulau Borneo ini.
 Lalu, kamu menyampaikan niatmu untuk melanjutkan kuliah di tanah orang jika tak ada arang melintang. Jakarta. Ibu kota Negeri tercinta. Dan salah satu alasanmu mengambil program itu yang tibatiba mengundang kagumku. Bahagia sekali orangtuamu memiliki anak seperti mu. Aku hanya bisa memandang layar hp lekat-lekat.  Diam-diam aku tersenyum, aku medoakanmu :)
Wah,beruntungnya dirimu dilahirkan sebagai lelaki. Tentunya tidak terlalu mengundang cemas orangtua untuk melepasmu merantau. Aku iri,mas.Iri beraaatt. Aku juga ingin menghirup embun pagi ditanah orang, melihat matahari terbit dibukit orang.Aku ingiiiin.

Lalu ada hawa lain yang menyesaki rongga dada ini. Ingin menangis sepertinya. Ku tahan kuat-kuat karena aku sedang berada ditengah orang banyak. Ruang tunggu dokter. Pikiran ini menerawang...
“Tak mau tau lagi rasanya berpisah”.Perasaan bodoh macam apa ini. Tunggu,saat itu aku bukan siapa-siapamu.
Ayolah,hidup hidup siapa ? Itu pikir sisi dewasaku. Malu aku pada dirisendiri. Sungguh aku mendoakanmu,. Semoga tak ada yang merubah sisi baikmu. Semoga jalanmu untuk meraihnya terbuka lebaar . Amin :)

Aku tak berani menerka-nerka karna aku tak tau apa yang akan terjadi pada kita 6 bulan kedepan, 1 bulan, atau bahkan esok. tetapi apa kau tau? Aku sudah menyiapkan kemungkinan buruk untuk kita. Bukan, tepatnya untukku
Sekarang, aku hanya menikmati apa yang  sedang kita jalani..
Menjaganya... Menghargai setiap detiknya bersama kamu mas.
Sekali lagi aku mendoakanmu. Sederhananya,semoga semua kebaikan ada padamu.
1 tahun kedepan jika jalanmu terbuka. Penggalan lirik itu , keikhlasan dan doa ku akan mengantarkanmu ke bandara :)
dan jika kamu masih untukku..


untuk lelaki bermata teduh :)



                                                                       -

















                                                                                 -yang tak berani mengungkapkan ini padamu-

Kamis, 04 April 2013

Ga suka macam beginian

Ini nih ilustrasi orang-orang yang banyak disekitar saya. Bikin gerah ;)


A: -lagi sedih-
B: km kenapa?
A: gini..blablabla...
B: oh samaa.. aku juga pernah gitu...blablabla -ujung2nya dia yang cerita seenak jidat-


A: lagi nangis-
B: eh km kenapa?
A: -cerita sambil sesenggukan-
B: Ohh.. sabar ya -mukalempeng trus ninggalin gitu aja-

Plis ya ! Mending ga usah nanya kamu kenapa buat sekedar kepo tanpa ngelakuin hal-hal yang menenangkan !

bencinya

Semakin nyata semakin jauh kisah ini tak tau lagi arahnya. Terhanyut dengan perasaan masing-masing. Menduga-duga isi hati sama gelisahnya dengan menunggu angkutan umum yang kosong untuk menghampiri kita. Gerah. Tapi cukup dinikmati. Aku ingin menertawai diriku sendiri.Sebut aku egois, tapi aku masih tetap menjaga orang lain agar hatinya tak terluka sepertiku. Lebih baik hal  ini cepat berlalu untuk hal yang baru.

Selasa, 02 April 2013

Dalam penat aku (masih) percaya


Tuhan...
Entah berapa goresan luka baru yang telah tertoreh
Sampai kalbu ini tak lagi mengenal bentuk

Luka Tuhan,
Aku sudah lelah mengetahui berapa kali sakitnya aku
Aku sudah lelah menyangkal membuat pembenaran bahwa aku baik-baik saja 
Aku sudah terlanjur takut harus memaafkan lagi
Aku sudah bosan dengan episode jalan hidup yang satu ini

Sujud terakhir dan doa..
Buliran ini seperti sembilu yang menusuk sampai ke hati
Menyesakkan ..
Sebut asma-Mu dalam butiran tasbih,
Biarlah Engkau yang sungguh-sungguh tau bahwa sakit ini bersangatan.

Tuhan
Denyut yang lemah ini bersandar pada peluk-Mu
Detak ini terlalu lelah melawan
biarlah Engkau yang pahami
biarlah Engkau yang obati
biarlah Engkau yang membalas
hanya Engkau yang pantas..

Tuhan..
Dalam sunyi aku meminta.
Dalam penat aku masih percaya.

Janji-Mu...nyata....
"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan"



                                                           Rahmi Hidayati
                                              - yang terlalu lelah melawan-